Kamis, 17 September 2009

malam ini sambil nungguin saur browsing-browsing eh nemu artikel menarik dari http://blog.rosihanari.net/
dan rasa-rasanya menarik jika pengunjung blog ini baca...sebelumnya juga saya udah minta ijin ke pemilik blog nya,pak Dosen rosihan ari wah luarr biasa artikel2 nya...
selamat membaca...
 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ketika saya bertanya kepada Anda, Buat apa sih belajar pemrograman? Lantas apa jawaban Anda? Apakah sekedar hanya untuk bersenang-senang (just 4 fun), ingin meniti karir, atau hanya sekedar ingin lulus dari matakuliah pemograman? :-) Ada banyak jawaban yang bervariasi dari pertanyaan ini. Namun secara umum, alasan atau jawaban yang muncul dapat dikategorikan ke dalam 4 hal. Ini dia kategorinya…

Pemrograman sebagai sebuah karir
Alasan utama yang dipilih orang dalam belajar pemrograman adalah ingin menjadikannya sebagai karir. Ini yang sering saya tanyakan pada mahasiswa saya. Sesuatu alasan yang sangat masuk akal.Memang dalam kenyataannya, orang yang berprofesi sebagai seorang programmer bisa berpotensi untuk menghasilkan income yang tidak sedikit. Banyak perusahaan-perusahaan yang menawarkan gaji yang cukup menggiurkan bagi para programmer yang mau bekerja, plus masih ditambah bonus-bonus lain jika kinerjanya OK. Meskipun gajinya cukup lumayan, seringkali masalah ‘bosan’ menghinggapi para programmer ini. Ya… maklumlah karena setiap hari kerjanya hanya mengurus koding melulu, atau sering dikejar-kejar sama deadline.
Eh… btw… ada pula lho profesi programmer yang gajinya kecil atau bahkan tidak digaji karena alasan ‘pengabdian’. Tanya kenapa?? :-)
Untuk bisa meniti karir sebagai sebuah programmer, kita harus bisa bekerja secara tim. Lho kenapa begitu? Bukankah program bisa kita buat sendiri secara perorangan? He…3x itu kan kalau program yang berasal dari tugas dosen ketika kuliah. Ketika kita berhadapan di real world, suatu masalah komputasi bisa jadi bersifat kompleks, sehingga suatu project pembuatan program harus dibagi ke dalam tim. Setiap tim bertanggung jawab pada modul-modul programnya sendiri-sendiri.
Nah… pertanyaan berikutnya, apakah karir seorang programmer harus berada di suatu perusahaan? Jawabannya tidak harus. Anda bisa mendirikan suatu software house sendiri. Bahkan ada slogan yang mengatakan, “Kalau Anda mau kaya, jangan mau jadi orang kantoran” :-) Maksudnya adalah jadilah seorang pengusaha, dalam hal adalah pengusaha software.
Oya satu lagi, bila Anda berprofesi sebagai programmer harap maklum karena posisi Anda berada di paling bawah dalam jajaran pembuat software. Dalam hal ini, seorang programmer tidak boleh berkreasi sendiri terhadap software yang dibuatnya. Kreasi ini hanya boleh dilakukan oleh software engineer (demikian kata bang Romi). Atau dengan kata lain, untuk menjadi seorang programmer, harus mau jadi orang suruhan, suruhannya siapa? ya.. suruhannya software engineer.
Pemrograman sebagai alat pemecahan masalah
Nah… alasan yang kedua ini biasanya muncul dari para dosen, peneliti atau mahasiswa. Dalam hal ini, mereka butuh pemrograman sebagai alat untuk memecahkan permasalahan komputasi yang mereka hadapi. Sebagai contoh misalnya seorang mahasiswa diminta dosennya untuk mencari nilai 100 faktorial. Nah… ujung-ujungnya mereka akan menggunakan program karena kalkulator tidak bisa mencari jawabannya. Bagi dosen misalnya, mencari penyelesaian yang terkait dengan komputasi numerik, riset, dan sebagainya.
Pemrograman sebagai ladang amal
Aneh juga alasan yang satu ini :-) kok bisa ya? hubungannya apa antara pemrograman dan amal? Pernahkah Anda mendengar istilah OpenSource? Istilah ini yang akan mengkaitkan antara pemrograman dengan ladang amal. Orang yang merelakan waktunya dengan membuat program yang bersifat opensource dapat dikatakan juga sedang beramal. Dengan opensource, orang lain sedunia bisa melihat isi source code program yang dibuat. Dengan demikian, hal ini memungkinkan orang lain dapat belajar bersama dalam mengembangkan software. Selain itu software opensource biasanya juga bersifat freeware. Orang lain dapat secara bebas menggunakan software tersebut tanpa dipusingkan dengan masalah harga beli.
Pemrograman… just for fun
Orang yang memilih pemrograman hanya sekedar bersenang-senang bukanlah suatu yang aneh. Hal ini sama saja seperti mendaki gunung, bermain game atau yang lain. Orang-orang yang beralasan seperti ini, pastilah mereka yang suka dengan tantangan. Bila Anda termasuk orang-orang bertipe seperti itu, selamat… Anda memiliki potensi yang luar biasa. Mengapa demikian? Orang yang menggeluti bidang tertentu atas dasar hobi atau kesenangan, biasanya akan sukses di kemudian hari. Semakin hari, semakin bertambah ilmu dan kemampuannya dengan secara tidak sadar. Beda halnya bila belajar pemrograman dalam keadaan terpaksa, ketika diminta membuat sebuah program sederhana dalam satu jam rasanya setahun :-)

(sumber http://blog.rosihanari.net)

3 comments:

Posting Komentar

Katakan Sesuatu