Pengenalan Borland Delphi
Delphi adalah suatu bahasa Pemrograman yang terintegrasi.Delphidapat digunakan untuk membangun sebuah aplikasi sederhana ,dari aplikasi
berbasis Database sampai aplikasi yang berbasis Internet…Delphi mempunyai
berbagai tools sehingga memudahkan pengguna mendesign,Menulis Kode untuk
membangun sebuah aplikasi.
Delphi juga mempunyai tampilan yang Usser Friendly Lebih Friendly dr
pada VB.Bahasa Pemrograman Delphi merupakan perkembangan dari bahasa Pascal yang sering dipakai di Jurusan2 Ilmu komputer untuk mengajarkan ilmu
Pemrograman so…jk anda sudah terbiasa dengan Pascal anda dapat
mempelajari Delphi dengan lumayan Mudah ?.. Untuk yang belum pernah tau Delphi
nih tampilan dari Delphi..ToolBar(Yang paling atas tuh)terdiri dari berbagai tool dan menu, juga
Palet2 component yang akan di taruh di Form sebagi tampilan aplikasi yang
anda Bangun.
Form-->Tempat Untuk Mendesign tampilan Aplikasi yang anda buat
Unit1.pas(di sebelah kanan Form)Untuk menuliskan kode2 yang
“Coding"Program.
Tipe Data Variable dan Operator
Tipe data sangat penting dan harus diperhatikan dalam pembuatan
program karena bila salah dalam menentukan tipe data,maka hasil/Output
dari program anda akan tidak sesuai dengan yang anda harapkan…sbagai
analoginya Jika se2orang bertanya kepada anda “Siapa Nama anda?” namun
anda menjawab “saya lahir tanggal 21-April-1981”
Jawaban yang sangat tidak relevan bukan?.mengapa??karna tipe data yang
dibuutuhkan dalah String sedangkan anda menjawab dengan Tipe data
tanggal.
*Macam2 Tipe Data
1.INTEGER
Tipe Data Integer adalah tipe data yang digunakan untuk menyatakan
bilangan Bulat.
Tipe data Integer terdiri dari be2rapa tipe yang memiliki jangkauan yang
berbeda:
Type Jangkauan Memory
Byte 0 - 255 1
Word 0 - 65535 2
ShortInt -128 - 127 1
SmallInt -32768 - 32767 2
Integer -214748364 -2147483647 4
Cardinal 0 - 2147483647 4
LongInt -214748364 -214748364 7
2.REAL
Tipe Data Real adalah tipe data yang digunakan untuk menyatakan
bilangan yang mempunyai Decimal.biasanya tipe data ini digunkan untuk
membuat aplikasi yang membutuhkan ketelitian yang tinggi.Table berikut
merupakan tipe2 dari Bilangan Real:
Type Jangkauan Memory
Real +2.9*10-39 - +1.7*1038 6
Single +1.5-10-45 - +3.4*1038 4
Double +5.0*10-324 - +1.1*104392 10
Extended +3.4*10-4932 – 1.1*104392 10
Comp -263 – 263-1 8
3.Boolean
Tipe Boolean digunakan untuk menyatakan nilao Logika.Variable tipe ini
hanya berisi TRUE dan FALSE.mungkin anda bertanya mangapa harus ada lima
tipe Boolean sperti table dibawah??Jawabannya adalah untuk
kompatibilitas.pada keadaan tertentu,Windows memerlukan nilai Boolean yang
ukurannya satu Word.
Tipe Memory
Boolean 1
ByteBool 1
Bool 2
WordBool 2
LongBool 4
Satu hal yang penting adalah tipe data Boolean dapat menerima operator
AND,OR,NOT.
4.Tipe Character (Char)
Tipe Character dipakai untuk menyimpan satu huruf(satu
digit).sebuah karakter berukuran satu byte.jika anda menghitung 28 maka
hasilnya adalah 256,ini berarti ada 256 karakter berbeda yang dapat mengisi
sbuah variable tipe karakter.
Mengapa harus ada beberapa tipe Char??sama sperti Boolean untuk
kompatibilitas..berikut tablenya..
Tipe Memory(Byte) Isinya
ANSIChar 1 1 karakter ANSI
WideChar 2 1 karakter Unicode
Char 1 Sama dengan WideChar
5.Tipe String
String adalah sederetan karakter(Char)membentuk satu
kesatuan.perhatikan Tabel berikut:
Tipe Panjangnya/Memory Isi
ShortString 255 ANSIChar
ANSIString Sampai 3GB ANSIChar
String 255/3GB ANSIChar
WideString Sampai 1.5GB WideChar
Delphi mendukung pemakaian string panjang dengan pemakaian compilerdirective {$H+}.Defaultnya Compiler directive tsb ON.dengan compiler
tsb,variable string dapat menangani string dengan panjang hampir tidak
terbatas(3GB).
OPERATOR
1.Operator Aritmatika
Operator Aritmatika digunakan untuk operasi aritmatik binary dan
Unari.
OPERASI ARITMATIKA BINARY:
Operator Operasi
+ Penambahan
- Pengurangan Integer
* Perkalian Integer
/ Pembagian Integer
Div Pembagian Bulat Integer
Mod Sisa Pembagian
OPERASI ARITMATIKA UNARY:
Operator Operasi
+ Identifikasi
- Negasi Tanda Integer
2.Operator Relational
Operator Operasi
= Sama Dengan
<> Tidak sama Dengan
> Lebih Besar
< Lebih Kecil
>= Lebih besar Sama Dengan
<= Lebih kecil sama Dengan
In Keanggotaan
Teknik pemrograman
1.Perintah Bersyarat
Dalam Sebuah Pemrograman,terkadang anda menemui sebuah
permasalahan,dimana permasalhan tersebut adalah pengambilan sebuah
keputusan yang dilakukan oleh program.tentunya pengambilan keputusan yang
didasarkan pada data masukan yang telah di inputkan.pengambilan keputusan
dilakukan dengan eksekusi kondisional.pada Delphi ada 2 pernyataan
kondisional yang digunakan yaitu If-Then-Else dan Case-Of.
1.1. If-Then-Else
Pernytaan If-Then-else mempunyai kondisi syarat,jika pernyataan
me2nuhi maka akan dikerjakan pernyataan2 yang ada di bagian Then.
Seballiknya jk pernyataan tidak me2nuhi maka akan dikerjakan pernytaan2
yang ada di bagian Else. Bentuk Umum`nya
If Syarat yang diuji(harus berupa pernyataan Boolean) Then Pernyataan jk
syarat terpenuhi Else Pernytaan jk syarat tdk terpenuhi.
Contoh If a=b Then c:=a*b; Else c:=a-b;
Bagaimana jika Statment yang dilakukan lebih dari satu???
Jk statement lbh dari satu maka hrs dibuat blok…
Contoh:
Procedure TForm1.Button1 (Sender:Tobject);
Begin
If a=b then
Begin //hrs make Begin
OpenDialog1.execute then
Memo1.Lines.SaveToFile(OpenDialog1.FileName);
Button2.Visible:=False;
Label1.Caption:=OpenDialog1.FileName;
Else
Close;
End;
End;
Perhatikan begin stelah then dan end ada 2!!! Begin yang ke 2
merupakan Blok dari Statement If..smentara Begin yg pertama dan end yang
terakhir mrupakan blok dari Procedure TForm1.Button1…
1.2 Case…Of
Perintah bersyarat Case umumnya digunakan untuk kondisi dengan
banyak pencabangan. Syarat
pencabangan pada bentuk ini hanya boleh melibatkan satu buah parameter
dengan tipe data bukan
Real. Pemeriksaan kondisi di sini lebih tepat disebutkan dalam hubungan
relasi sama dengan (=).
Dengan demikian bila parameter bernilai tertentu maka dilakukan suatu aksi
terkait, bila bernilai lain
maka dilakukan aksi yang lain juga, demikian seterusnya.
Okeh langsung aja ke Contoh:
Procedure TForm1.Button1 (Sender:Tobject);
Var
a:Integer;
Begin
a:=StrToInt(Edit1.Text);
Case a of
80…100 : Edit2.Text:=’A’;
70…79 : Edit2.Text:=’B’;
60…69 : Edit2.Text:=’C’;
50…59 : Edit2.Text:=’D’;
0…49 : Edit2.Text:=’E’;
Else : MessageDlg(‘Maaf Mungkin anda salah memasukan
angka!’,mtError,mbOk,0);
End;
2. STRUKTUR PENGULANGAN
Dalam menyelesaikan masalah, terkadang kita harus melakukan suatu proses
yang sama lebih dari satu kali. Untuk itu perlu dibuat suatu algoritma
pengulangan. Delphi memberikan tiga alternatif pengulangan, yaitu dengan
For, While, atau Repeat. Masing-masing memiliki karakteristik, yang berbeda.
Ada dua hal yang penting dalam melakukan dan merancang perintah
pengulangan, yaitu:
• Inisialisasi awal.
• Nilai akhir pengulangan atau kondisi berhenti.
2.1 For-To-Do
Pada pengulangan dengan For, inisialisasi awal dan kondisi akhir ditentukan
dengan menggunakan
suatu variable kendali yang nilainya dibatasi dalam suatu range tertentu.
Contoh:
Var
a:Integer;
Begin
ListBox1.Clear;
For a:=1 to 10 do
ListBox1.Items.add(‘Perulangan ke: ‘+IntToStr(a));
End;
2.2. WHILE - DO
Pada metoda pengulangan ini aksi hanya akan diproses bila kondisi
pengulangan terpenuhi.
Contoh:
Var
a:Integer;
Begin
a:=7;
ListBox1.Clear;
While a<=7 Do
ListBox1.Items.add(IntToStr(a);
End;
REPEAT - UNTIL
Metoda pengulangan ini juga melakukan pengulangan berdasarkan pemeriksaan
kondisi pengulangan.
Hanya saja natur dari pengulangan ini adalah sistem seakan-akan memaksa
untuk melakukan
pengulangan, sampai di ketahui adanya kondisi berhenti. Berlawanan dengan
While, yang akan memproses aksi hanya bila kondisi_pengulangan bernilai
True,pada pengulangan Repeat, sistem akan memproses aksi selama
kondisi_berhenti bernilai false. Dengan
demikian aksi pasti akan selalu diproses (minimal satu kali). Pada tipe ini,
pengulangan dapat terjadi
terus-menerus (tidak pernah berhenti), yaitu bila kondisi berhenti tidak
pernah bernilai true.
Contoh:
var
I : integer;
begin
ListBox1.Items.Clear;
I := 1;
Repeat
ListBox1l.Items.Add(IntToStr(i));
I := I + 1;
Until I > 5; //Coba anda tambahkan Var ‘X’ misalnya..lalu di bgian repeat
End; di “I:=I+1;” menjadi”X:=X+1;”
Ya Mungkin hanya sekian dulu sdikit ilmu dari saya..lain kali sya nulis lagi “itu
juga klo pada suka,,he..”.Semoga Bermanfaat ?